Sekolah Minggu di Vihara Amerta: Penyuluh Agama Buddha Bentuk Generasi Berkarakter dan Spiritual
News

Sekolah Minggu di Vihara Amerta: Penyuluh Agama Buddha Bentuk Generasi Berkarakter dan Spiritual

  14 Sep 2025 |   154 |   Penulis : Intan|   Publisher :

Batanghari (Minggu, 14/09/2025) — Penyuluh Agama Buddha KUA Batanghari, Sri Utaminingsih, S.Ag, melaksanakan kegiatan Sekolah Minggu di Vihara Buddha Amerta, Desa Sumber Agung. Kegiatan ini diikuti oleh lima anak dan remaja sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda Buddhis dalam memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Utaminingsih menyampaikan materi tentang Catur Paramitha, yang terdiri dari Metta (cinta kasih), Karuna (kasih sayang), Mudita (simpati), dan Upekkha (keseimbangan batin). Melalui penjelasan yang sederhana dan interaktif, para peserta diajak untuk memahami bahwa empat sifat luhur tersebut merupakan landasan penting dalam membentuk pribadi yang berkarakter, penuh kasih sayang dan bermanfaat bagi sesama.

“Catur Paramitha adalah nilai universal yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun di tengah masyarakat. Dengan mengamalkannya, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih sayang, sabar, dan mampu menjaga keharmonisan dengan lingkungannya,” ujar Sri Utaminingsih dalam penyampaian materinya.

Untuk menambah suasana ceria dan memperkuat kebersamaan, kegiatan diakhiri dengan permainan edukatif yang melibatkan seluruh peserta. Melalui permainan tersebut, anak-anak tidak hanya terhibur tetapi juga belajar mengaplikasikan nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan tanggung jawab secara praktis.

Kegiatan Sekolah Minggu ini menjadi wujud nyata peran Penyuluh Agama Buddha dalam mendampingi umat, khususnya generasi muda, agar tetap tumbuh dengan bekal spiritual yang kuat. KUA Batanghari melalui para penyuluh agamanya berkomitmen menghadirkan pembinaan lintas agama yang inklusif, sehingga mampu memperkuat moderasi beragama dan menumbuhkan generasi yang religius, toleran, dan berdaya saing.

Dengan kegiatan yang konsisten dan berkesinambungan, diharapkan anak-anak dan remaja Buddhis di wilayah Batanghari dapat menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis