Perkuat Kerukunan Umat, KUA Batanghari Hadiri Pengajian Triwulan Ranting Muslimat NU Bumiharjo
News

Perkuat Kerukunan Umat, KUA Batanghari Hadiri Pengajian Triwulan Ranting Muslimat NU Bumiharjo

  15 Jun 2025 |   88 |   Penulis : Asri Atun|   Publisher :


Batanghari (Humas) – Pengajian Triwulan yang digelar oleh Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Bumiharjo berlangsung khidmat dan semarak di Masjid Nurul Qomar, Minggu, 15 Juni 2025. Lebih dari 350 jamaah antusias mengikuti kegiatan keagamaan ini yang menjadi salah satu agenda rutin untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat.

Dengan mengusung tema "Meningkatkan Ukhuwah, Menguatkan Persatuan, Menjadikan Muslimat NU yang Berkualitas dan Bermartabat", kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam dari KUA Batanghari, pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Batanghari, Ketua Ranting NU Bumiharjo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para anggota Muslimat NU setempat.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara tartil yang menyentuh hati, pembacaan sholawat, serta menyanyikan lagu perjuangan "Ya Lal Wathon" yang membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

Sebagai penceramah, H. Gunawan Muslan dari Kota Metro menyampaikan tausiyah bertema pentingnya membangun Muslimat NU yang berkualitas dan bermartabat, dimulai dari keluarga. Menurut beliau, rumah tangga yang bahagia merupakan kunci masyarakat yang kuat—yakni keluarga dengan orang tua yang sholeh, rezeki yang halalan thayyiban, serta anak-anak yang cerdas dan berakhlak. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang damai dan harmonis.

Senada dengan itu, dalam sambutannya, Siti Alkhomah selaku Penyuluh Agama Islam dari KUA Batanghari menambahkan bahwa menjadi Muslimat NU yang bermartabat berarti harus memiliki ilmu, gemar beramal sholeh, mandiri secara ekonomi, dan mampu memberi manfaat bagi banyak orang. Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan desa dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi, tanpa memandang perbedaan.

Pengajian triwulan ini bukan hanya menjadi ajang menambah ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai wadah mempererat tali silaturahmi serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan beragama yang rukun dan damai.

***(Aa)
Bagikan:
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis