Penyuluh KUA Batanghari Ajak Jamaah Menjaga Istiqamah demi Meraih Husnul Khotimah
News

Penyuluh KUA Batanghari Ajak Jamaah Menjaga Istiqamah demi Meraih Husnul Khotimah

  06 Jun 2026 |   94 |   Penulis : KUA Batanghari|   Publisher :

Batanghari (Sabtu, 06/06/2026) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batanghari, Siti Alkhomah, S.H, kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan melalui pengajian rutin yang berlangsung di Masjid Nurul Qomar, Dusun Bumi Arum 39 Polos, Desa Bumiharjo. Kegiatan ini diikuti oleh para jamaah majelis taklim yang hadir dengan penuh antusias untuk menambah wawasan dan memperdalam pemahaman keagamaan.

Pada kesempatan tersebut, Siti Alkhomah menyampaikan materi bertema “Husnul Khotimah dan Su’ul Khotimah”, yang mengajak jamaah untuk memahami pentingnya menjaga keimanan dan istiqamah dalam menjalani kehidupan hingga akhir hayat.


Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa husnul khotimah berarti meninggal dunia dalam keadaan baik, sedangkan su’ul khotimah berarti meninggal dunia dalam keadaan buruk. Ia juga mengingatkan bahwa istilah husnul khotimah sering kali keliru ditulis menjadi khusnul khotimah, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman yang benar terhadap istilah tersebut penting agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya.

Untuk memudahkan jamaah memahami makna husnul khotimah dan su’ul khotimah, Siti Alkhomah menyampaikan sebuah kisah penuh hikmah tentang dua orang saudara yang memiliki jalan hidup berbeda. Sang kakak dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah, rajin shalat, berpuasa, membaca Al-Qur’an, dan gemar bersedekah. Sebaliknya, sang adik menjalani kehidupan yang jauh dari nilai-nilai agama dan lebih banyak menghabiskan waktunya dalam kesenangan dunia.

Seiring berjalannya waktu, keduanya sama-sama tergerak untuk saling menemui. Namun, niat yang muncul dalam hati mereka berbeda. Sang kakak yang selama ini dikenal saleh mulai tergoda untuk mengikuti kehidupan adiknya yang penuh kemewahan dan kesenangan dunia. Sementara itu, sang adik justru tersentuh hatinya dan berniat menemui kakaknya untuk meminta bimbingan agar dapat bertaubat dan memperbaiki kehidupannya.

Takdir Allah kemudian memperlihatkan pelajaran yang mendalam. Sebelum keduanya sempat bertemu, sebuah musibah terjadi yang menyebabkan keduanya meninggal dunia. Dalam kisah tersebut dijelaskan bahwa seseorang akan dibangkitkan sesuai dengan niat dan keadaan terakhirnya. Sang kakak yang saat itu berniat menuju kemaksiatan tercatat dalam keadaan su’ul khotimah, sedangkan sang adik yang berniat bertaubat memperoleh husnul khotimah.

Melalui kisah tersebut, Siti Alkhomah mengajak jamaah untuk mengambil pelajaran bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan datang. Karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa menjaga keistiqamahan dalam kebaikan dan tidak menunda-nunda taubat.

“Yang menjadi penentu bukan hanya amal yang pernah dilakukan, tetapi bagaimana keadaan dan niat seseorang di akhir kehidupannya. Oleh karena itu, mari kita terus menjaga keimanan, memperbanyak amal saleh, dan memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah,” pesannya.

Pengajian berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh perhatian. Para jamaah tampak menyimak setiap penjelasan yang disampaikan serta mengambil hikmah dari kisah yang menjadi materi utama pengajian.

Melalui kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini, KUA Batanghari terus berupaya menghadirkan penyuluhan yang relevan dengan kehidupan masyarakat, sekaligus menguatkan nilai-nilai keislaman agar umat senantiasa istiqamah dalam beribadah dan mempersiapkan diri menuju akhir kehidupan yang baik.

Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis