Penyuluh Agama Buddha KUA Batanghari Ajak Umat Renungkan Nilai“Menjadi Insan yang Berbudi”pada Puja Bakti Malam Purnama
News

Penyuluh Agama Buddha KUA Batanghari Ajak Umat Renungkan Nilai“Menjadi Insan yang Berbudi”pada Puja Bakti Malam Purnama

  06 Nov 2025 |   170 |   Penulis : Intan|   Publisher :

Batanghari (Rabu, 05/11/2025) — Penyuluh Agama Buddha Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari, Sri Utaminingsih, S.Ag, kembali menyampaikan pesan Dhamma di kegiatan Puja Bakti Malam Bulan Purnama di Vihara Buddha Metta, Desa Batangharjo.

Ibadah rutin ini diikuti oleh umat Buddha dari berbagai vihara yang berada di wilayah Kecamatan Batanghari.

Pada kesempatan ini, Sri Utaminingsih membawakan pesan Dhamma bertema “Menjadi Insan yang Berbudi”, bersumber dari syair Dhammapada 281:

“Hendaknya ia menjaga ucapan dan mengendalikan pikiran dengan baik, serta tidak melakukan perbuatan jahat melalui jasmani. Hendaklah ia memurnikan tiga saluran perbuatan ini, memenangkan ‘Jalan’ yang telah dibabarkan oleh Para Suci.”

Beliau mengawali pembelajaran dengan menyoroti perkembangan teknologi digital yang begitu cepat. Menurutnya, kemudahan akses informasi hari ini ibarat dua mata pisau — bisa menjadi sarana belajar yang luar biasa, tetapi juga dapat mengakibatkan degradasi moral bila tidak digunakan dengan bijaksana.

“Di tengah derasnya arus digitalisasi, manusia mudah sekali hanyut dalam konten yang tidak bermanfaat. Bila tidak dikendalikan, ini dapat menjauhkan seseorang dari sifat berbudi,” ujarnya.


Pendidikan moral sebagai fondasi karakter

Sri Utaminingsih menekankan pentingnya pendidikan agama, budi pekerti, dan moral, khususnya bila ditanamkan sejak usia dini. Pendidikan seperti ini diyakini mampu menumbuhkan karakter luhur, termasuk kemampuan mengendalikan diri (samvara) melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan.

Beliau juga mengingatkan bahwa kehidupan terus berubah, sehingga memperbaiki kualitas diri adalah kewajiban setiap umat.

“Waktu untuk berbuat baik sangat terbatas. Karena itu, kita harus selalu menjaga pikiran, melatih ucapan yang santun, dan memastikan tindakan kita membawa manfaat,” jelasnya.

Pikiran sebagai penentu arah hidup

Dalam Dhamma talk tersebut, Sri Utaminingsih mengutip Dhammapada I:1:

“Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu.”

Beliau menjelaskan bahwa kualitas pikiran menentukan kualitas ucapan dan perbuatan seseorang. Jika pikiran baik, tindakan pun baik — sebaliknya, pikiran yang buruk akan menghasilkan perilaku yang merugikan diri dan orang lain.

Pancasila Buddhis sebagai standar moralitas

Penyuluh KUA itu turut mengingatkan kembali ajaran dasar mengenai Pancasila Buddhis, yaitu lima aturan moral yang menjadi landasan etika umat Buddha:

1. Menghindari pembunuhan makhluk hidup

2. Menghindari mengambil barang yang tidak diberikan

3. Menghindari tindakan asusila

4. Menghindari ucapan tidak benar

5. Menghindari makanan/minuman yang melemahkan kesadaran

Beliau juga menambahkan bahwa moralitas yang lebih tinggi dapat dicapai melalui pengembangan cinta kasih, kepuasan diri, kejujuran, mata pencaharian benar, serta sikap waspada.

“Jika kelima sila ini dijalankan dengan baik dan konsisten, maka jalan menuju diri yang lebih berbudi akan terbuka luas,” tuturnya menutup sesi Dhamma.

Kegiatan Puja Bakti malam purnama ini diharapkan terus menjadi ruang pembinaan spiritual bagi umat Buddha di Batanghari, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang berkarakter, harmonis, dan penuh welas asih.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis