Penyuluh Agama Buddha KUA Batanghari Ajak Umat Maknai Kemerdekaan melalui Dhamma
Penyuluh

Penyuluh Agama Buddha KUA Batanghari Ajak Umat Maknai Kemerdekaan melalui Dhamma

  31 Aug 2026 |   36 |   Penulis : Lani|   Publisher :

Batanghari, Lampung Timur (Humas KUA)--- Penyuluh Agama Buddha KUA Kecamatan Batanghari, Sri Utaminingsih, memberikan pembinaan keagamaan kepada umat Buddha melalui pembabaran Dhamma dalam kegiatan Puja Bakti Purnama di Vihara Buddha Metta, Desa Batangharjo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Jumat malam (28/8/2026). Pembabaran Dhamma mengangkat tema “Memaknai Kemerdekaan dalam Agama Buddha.”

Kegiatan tersebut diikuti umat Buddha dari Vihara Buddha Metta, Vihara Buddha Amerta, dan Vihara Virya Dharma. Puja Bakti Purnama menjadi sarana bagi umat untuk memperkuat keyakinan terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha sekaligus mempererat persaudaraan dan kerukunan antarumat Buddha.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan puja bakti, pembacaan paritta suci, meditasi, penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha, serta pembabaran Dhamma oleh Sri Utaminingsih.

Dalam pembabaran Dhamma, Sri Utaminingsih mengajak umat memahami bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara lahiriah, tetapi juga sebagai kemampuan untuk membebaskan diri dari berbagai belenggu batin.

Pesan tersebut dikaitkan dengan Dhammapada syair 103 (Sahassa Vagga) yang mengajarkan pentingnya menaklukkan diri sendiri:

“Yo sahassaṃ sahassena, saṅgāme mānuse jine; Ekañca jeyyamattānaṃ, sa ve saṅgāmajuttamo.”

Artinya, meskipun seseorang mampu menaklukkan seribu orang dalam seribu kali pertempuran, penakluk terbesar adalah orang yang mampu menaklukkan dirinya sendiri.

Menurut Sri Utaminingsih, kemenangan sejati bukanlah ketika seseorang mampu mengalahkan orang lain, melainkan ketika mampu mengendalikan dirinya. Keserakahan, kebencian, kemalasan, keegoisan, dan kebodohan batin merupakan berbagai belenggu yang perlu ditaklukkan melalui latihan diri.

Kemerdekaan batin, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui kemampuan mengendalikan pikiran, ucapan, dan perbuatan. Umat diajak tidak mudah dikuasai oleh amarah maupun dorongan negatif, tetapi mampu mengembangkan kebijaksanaan dan perilaku yang bermanfaat.

Pembinaan tersebut juga diperkuat dengan Dhammapada syair 183, yang mengajarkan tiga prinsip utama, yaitu menghindari segala bentuk kejahatan, mengembangkan kebajikan, dan menyucikan pikiran.

Sri Utaminingsih mengajak umat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Hal itu dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti mengendalikan amarah, menjaga ucapan, menghindari perbuatan yang merugikan, menumbuhkan kepedulian, serta membiasakan diri melakukan kebajikan.

“Memaknai kemerdekaan dalam Dhamma bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang membebaskan diri dari belenggu batin. Dhammapada syair 103 mengingatkan bahwa penakluk terbesar adalah orang yang mampu menaklukkan dirinya sendiri. Karena itu, mari kita isi kemerdekaan dengan melatih diri, mengendalikan pikiran, menjaga ucapan, dan melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Sri Utaminingsih.

Sebagai umat Buddha sekaligus warga negara, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dengan menjadi pribadi yang bermoral, disiplin, bertanggung jawab, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Kegiatan Puja Bakti Purnama ditutup dengan doa dan penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha. Kebersamaan umat dari Vihara Buddha Metta, Vihara Buddha Amerta, dan Vihara Virya Dharma menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dan kerukunan umat Buddha di Kecamatan Batanghari.

Melalui pembinaan tersebut, umat diharapkan semakin memahami bahwa kemerdekaan sejati juga dimulai dari kemampuan menaklukkan diri sendiri, mengembangkan kebajikan, serta mengamalkan nilai-nilai luhur Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.***(S-NL)

Apakah Anda menyukai artikel ini?
Komentar Pembaca
H. Subhan, S.Ag., M.Sy. 31 Aug 2026 19:02


"Sabbe satta bhavantu sukhitatta" adalah ???????????????????? ???????????????? ???????????????????????? ????????????????????????????????

Infografis