Penyuluh Agama Buddha Ajak Umat Bangun Kebahagiaan Melalui Santutthi
Penyuluh

Penyuluh Agama Buddha Ajak Umat Bangun Kebahagiaan Melalui Santutthi

  15 Jul 2026 |   83 |   Penulis : Lani|   Publisher :

Batanghari, Lampung Timur (Humas KUA)-- Penyuluh Agama Buddha Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari, Sri Utaminingsih, mengajak umat Buddha membangun kebahagiaan sejati melalui penerapan nilai Santutthi atau rasa cukup dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan penyuluhan Dhamma pada kegiatan Puja Bakti Umat Buddha di Vihara Buddha Metta, Desa Batangharjo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada Tiratana, pembacaan paritta suci, meditasi singkat, dan pelimpahan jasa kepada semua makhluk. Usai rangkaian Puja Bakti, umat mengikuti penyuluhan Dhamma bertema "Membangun Kebahagiaan Melalui Santutthi dalam Agama Buddha" sebagai bagian dari pembinaan keagamaan yang dilaksanakan KUA Kecamatan Batanghari.

Dalam penyuluhannya, Sri Utaminingsih menjelaskan bahwa Santutthi merupakan sikap batin yang senantiasa merasa cukup, bersyukur atas apa yang dimiliki, dan tidak diperbudak oleh keinginan yang berlebihan. Menurutnya, ajaran Buddha menegaskan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari batin yang damai, bukan dari melimpahnya harta maupun kenikmatan duniawi.

Untuk memperkuat penyampaian materi, ia mengutip Dhammapada ayat 204, "Ārogyaparamā lābhā, santuṭṭhiparamaṃ dhanaṃ, vissāsaparamā ñāti, nibbānaṃ paramaṃ sukhaṃ," yang mengajarkan bahwa kesehatan merupakan keuntungan terbesar, kepuasan adalah kekayaan paling berharga, sahabat yang dapat dipercaya merupakan kerabat terbaik, dan Nibbāna adalah kebahagiaan tertinggi.

Ia juga mengaitkan materi dengan ajaran Maṅgala Sutta (Sutta Nipāta 2.4) yang menekankan pentingnya menjaga batin agar tidak mudah terguncang oleh suka maupun duka, untung maupun rugi, serta pujian maupun celaan. Menurutnya, kemampuan menjaga keseimbangan batin merupakan salah satu jalan menuju kehidupan yang damai dan harmonis.

Pada sesi dialog, umat diajak merefleksikan penerapan nilai Santutthi melalui kebiasaan hidup sederhana, mengelola kebutuhan secara bijaksana, memperbanyak rasa syukur, serta menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman dalam mengamalkan Dhamma di tengah kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Batanghari terus berkomitmen memberikan pembinaan keagamaan yang berkesinambungan bagi umat Buddha. Diharapkan, nilai-nilai Santutthi dapat semakin diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu memperkuat kualitas spiritual umat, mewujudkan keluarga yang harmonis, serta mendukung terciptanya kerukunan dan moderasi beragama di Kabupaten Lampung Timur.(NL)

Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis