Pengukuran Arah Kiblat di Beberapa Titik Lokasi Kecamatan Batanghari
News

Pengukuran Arah Kiblat di Beberapa Titik Lokasi Kecamatan Batanghari

  27 May 2024 |   115 |   Penulis : Intan|   Publisher :

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mengadakan giat mencatat rekor MURI sejuta Kiblat dengan mengukur arah kiblat secara serentak diseluruh penjuru Indonesia,
Disamping berdasarkan tinjauan astronomi / ilmu falak, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat, di antaranya menggunakan kompas, theodolite, serta fenomena posisi matahari melintasi tepat di atas Ka’bah yang dikenal dengan istilah " Istiwa A'zam" atau " Rashdul Kiblat ". “Peristiwa Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat terjadi pada hari Senin dan Selasa, 27 dan 28 Mei 2024 bertepatan dengan 18 dan 19 Zulkaidah 1445 H pada pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA. Saat itu, matahari akan melintas tepat di atas Ka'bah,"
KUA Batanghari Kab. Lampung Timur mengadakan kegiatan dimaksud yang dipusatkan pada beberapa titik lokasi Kecamatan Batanghari, titik lokasi pertama di Masjid Nurul Iman Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari yang dihadiri oleh staff KUA, PAI, PAI Non, carik, bayan, tokoh agama, ibu-ibu majlis taklim dan tokoh masyarakat. Titik lokasi kedua Gedung MWCNU Batanghari kemudian titik lokasi ketiga di Masjid Ponpes Al Falahiyah Batanghari oleh Pengasuh Ponpes, Kyai Hasyim Asy'ari dan para santri dan jamaah. (Senin, 27 Mei 2024)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat masyarakat akan melakukan pengecekan arah kiblat pada momen Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat: 
1. Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan Lot/Bandul . 
2. Permukaan dasar harus datar dan rata . 
3. Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom.

Kepala KUA Kecamatan Batanghari, H. Subhan, S.Ag., M.Sy mengatakan “Seperti diketahui, pengukuran Sejuta Arah Kiblat ini dilakukan untuk menentukan posisi arah kiblat. Karena pada hari ini tanggal 27 mei dan jam 16.18 WIB posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah. Jadi, jikalau nanti posisi arah Kiblat berubah, kita bisa perbaiki untuk menjadi lebih benar. Sehingga tidak salah dalam waktu pelaksanaan beribadah bagi Umat Islam di Indonesia. Peristiwa astronomi ini terjadi dua kali dalam setahun, umumnya pada tanggal 27-28 Mei dan 15-16 Juli, ketika deklinasi matahari sama dengan lintang geografis Kabah.“
“Biasanya untuk menentukan arah kiblat menggunakan handphone, kompas kiblat, atau yang paling rumit ilmu falak. Alat bantunya banyak, tapi alat paling sederhana ya peristiwa tahunan ini, matahari tepat berada di atas Ka’bah, Makkah,” tambah Pak Subhan.
Bagikan:
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis