Penguatan Ketahanan Keluarga, Penyuluh Agama KUA Batanghari Hadiri Sosialisasi YPSK-LDA
Penyuluh

Penguatan Ketahanan Keluarga, Penyuluh Agama KUA Batanghari Hadiri Sosialisasi YPSK-LDA

  19 Sep 2025 |   145 |   Penulis : Lani|   Publisher :

Batanghari, Lampung Timur (Humas KUA) --- Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari, Siti Alkhomah, bersama Penyuluh Agama Buddha, Sri Utaminingsih, menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Learning/Parenting yang diselenggarakan Yayasan Pelayanan Sosial Kemasyarakatan Lembaga Dana Atmaja (YPSK-LDA), Jumat (19/09/2025), di Balai Desa Selorejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya YPSK-LDA dalam mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat kerja sama dengan ChildFund International di Indonesia, khususnya dalam pemenuhan hak-hak anak dan penguatan peran keluarga serta masyarakat.

Ketua Pelaksana YPSK, Yohanes Maryoto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata kontribusi YPSK-LDA dalam mengedepankan aspek kemanusiaan, sosial-ekonomi, serta kelestarian alam. "Melalui program parenting ini, kami ingin membekali lembaga dan organisasi masyarakat dengan modul pengasuhan yang dapat diaplikasikan di berbagai lapisan," ujarnya.

Siti Alkhomah, Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam penguatan ketahanan keluarga. “Peran orang tua sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama, moral, dan karakter. Melalui forum ini, kami berharap para peserta dapat menjadi agen penggerak di lingkungannya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Sri Utaminingsih, Penyuluh Agama Buddha, yang menilai bahwa kolaborasi lintas agama dalam bidang parenting mampu memperkuat moderasi beragama dan kerukunan di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan lembaga, organisasi, serta tokoh masyarakat di Kecamatan Batanghari. Acara berjalan interaktif, dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai strategi pengasuhan yang responsif terhadap kebutuhan anak dan tantangan keluarga masa kini.

Dengan hadirnya penyuluh lintas agama, kegiatan ini tidak hanya memperkaya perspektif pengasuhan, tetapi juga memperkokoh sinergi antara KUA, lembaga masyarakat, dan organisasi mitra dalam membangun keluarga maslahat.***(NL)

Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis