PAI KUA Batanghari Sampaikan Empat Amalan Penerang Kubur dalam Majelis Taklim Al-Muslimah Batangharjo
21 Nov 2025 | 157 | Penulis : Intan| Publisher :
Batangharjo — Majelis Taklim Al-Muslimah Desa Batangharjo kembali menggelar kegiatan rutinnya pada Jum’at, 21 November 2025, bertempat di rumah Ibu Sartini, Dusun 5 Jodipati. Kegiatan kali ini dihadiri sekitar 50 jamaah, yang dengan antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Sebagai pengisi kegiatan adalah Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Batanghari, Zuhrotul ‘Aini, S.Pd.I, yang menyampaikan materi keagamaan sekaligus memimpin zikir bersama.

Acara diawali dengan zikir dan istighosah, sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon keselamatan, ketenangan, dan keberkahan bagi seluruh jamaah. Suasana penuh kekhusyukan terlihat ketika para jamaah larut dalam lantunan doa dan istighfar.
Memasuki sesi kultum, Zuhrotul ‘Aini membawakan materi bertema “Empat Amalan yang Dapat Menerangi Alam Kubur”. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa setiap manusia sejatinya sedang mempersiapkan perjalanan panjang menuju akhirat, sehingga amalan-amalan baik harus terus ditingkatkan.
Empat amalan tersebut adalah:
1. Membaca Al-Qur’an : Al-Qur’an menjadi cahaya bagi kehidupan di dunia dan akhirat. Bagi seorang mukmin, bacaan Al-Qur’an yang rutin akan menjadi penerang dan penolong ketika berada di alam kubur.
2. Sholat : Sebagai tiang agama, sholat adalah amalan pertama yang akan dihisab. Amalan ini kelak akan menjadi cahaya yang menyinari jalan seorang hamba setelah ia meninggal.
3. Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW : Dengan memperbanyak sholawat, seseorang akan mendapatkan limpahan rahmat Allah dan syafaat Rasulullah SAW. Sholawat juga menjadi amalan yang menerangi kubur seorang muslim.
4. Shodaqoh : Sedekah tidak hanya bermanfaat bagi orang lain di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat. Pahalanya terus mengalir bahkan setelah pelakunya meninggal dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Zuhrotul ‘Aini mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian, namun cahaya yang akan menyertai di alam kubur dapat dipersiapkan sejak sekarang melalui amalan-amalan tersebut. Ia juga mengajak para jamaah untuk menjadikan majelis taklim sebagai ruang belajar yang memperkuat iman, memperluas pengetahuan agama, dan mempererat silaturahmi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan umat, kesejahteraan keluarga, serta keteguhan dalam beribadah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi penanda kuatnya semangat kebersamaan jamaah Majelis Taklim Al-Muslimah.
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Terpopuler
18 Aug 2026 | 236
26 Aug 2026 | 215