PAI KUA Batanghari Hadir di Lapas Sukadana: Membangun Harapan dengan Ilmu dan Ibadah
Penyuluh

PAI KUA Batanghari Hadir di Lapas Sukadana: Membangun Harapan dengan Ilmu dan Ibadah

  03 Dec 2024 |   127 |   Penulis : Intan|   Publisher :

Lampung Timur, 03 Desember 2024 – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Batanghari, Asriatun, S.E.I yang tergabung dalam kelompok 1 (H.Agus Salim, Asri Atun, Nurhidayat, Hi. Mashudah, Sukrini, Erwin Setiawan) kembali mengadakan pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Lapas Kelas II B Sukadana. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kabupaten Lampung Timur untuk memberikan bimbingan spiritual kepada para warga binaan, dengan tujuan membantu mereka memperbaiki diri, meningkatkan keimanan selama menjalani masa hukuman, memberikan motivasi spiritual sekaligus memperkuat pemahaman agama, dengan fokus pada materi "kematian, tolabul ilmi (menuntut ilmu), serta sholat sunnah, baik teori maupun praktiknya".




Dalam sesi pembukaan, PAI membahas hakikat kematian sebagai akhir kehidupan dunia dan awal kehidupan akhirat. Penyuluh mengingatkan para warga binaan untuk menjadikan kematian sebagai motivasi memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal amal ibadah. "Kematian adalah kepastian. Apa yang kita persiapkan di dunia akan menentukan keadaan kita di akhirat. Inilah waktu untuk bertobat dan memperbaiki hubungan dengan Allah," ungkap Asriatun.


Pada sesi berikutnya, PAI mengupas pentingnya menuntut ilmu sebagai kewajiban setiap Muslim. Dalam keterbatasan di lingkungan Lapas, warga binaan diajak untuk tetap semangat mempelajari ilmu agama sebagai langkah mendekatkan diri kepada Allah. Penyuluh juga memberikan contoh praktis bagaimana belajar bisa dilakukan melalui bacaan Al-Qur'an, kajian singkat, hingga diskusi bersama.


Sesi terakhir membahas keutamaan dan tata cara pelaksanaan sholat sunnah, seperti sholat tahajud, dhuha, dan witir. Setelah materi disampaikan, warga binaan diajak untuk mempraktikkan sholat sunnah secara berjamaah. Pembinaan ini bertujuan melatih mereka agar lebih memahami gerakan dan bacaan sholat dengan benar.


Pengelola Pembinaan Kepribadian Kusnandar, S.E, Penelaaah Status Warga Binaan, Leni Halyanti, Amd.Kep, S.H., M.H dari pihak rutan, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PAI. "Pembinaan ini memberikan dampak positif bagi warga binaan, membantu mereka merenungi kehidupan, belajar agama, dan memperbaiki perilaku. Kami sangat mendukung kegiatan semacam ini," ujarnya.


Ada 54 warga binaan (pi 6 dan pa 48) mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Salah satu peserta menyampaikan rasa syukur atas pembinaan ini. "Kami merasa lebih tenang dan memahami pentingnya mendekatkan diri kepada Allah. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih semangat untuk berubah," ucapnya.

Melalui program ini, PAI berkomitmen untuk terus mendampingi warga binaan dalam memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meningkatkan ibadah. Diharapkan, pembinaan ini mampu membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.




Bagikan:
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis