Menyongsong Pernikahan Berkah, KUA Batanghari Bentuk Calon Pengantin yang Siap Lahir Batin
News

Menyongsong Pernikahan Berkah, KUA Batanghari Bentuk Calon Pengantin yang Siap Lahir Batin

  10 Sep 2025 |   256 |   Penulis : Intan|   Publisher :

Batanghari (Rabu, 10/09/2025) — Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra-Nikah yang ditujukan bagi calon pengantin. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin KUA Batanghari untuk memberikan pembekalan pengetahuan, wawasan, serta keterampilan dasar dalam membangun rumah tangga. Pada kesempatan kali ini, kegiatan diikuti oleh 5 pasang calon pengantin dengan menghadirkan narasumber dari Penyuluh Agama Islam (PAI) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

Acara dimulai dengan pembukaan sekaligus pengarahan mengenai pentingnya bimbingan perkawinan sebagai bekal lahir dan batin bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Kepala KUA Batanghari, melalui para penyuluhnya, menekankan bahwa pernikahan tidak hanya sebuah ikatan legal formal, tetapi juga ibadah yang sarat nilai spiritual, moral, dan sosial.

Sesi pertama di isi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari, Zuhrotul ‘Aini, S.Pd.I, yang menyampaikan materi bertajuk Persiapan dan Pemahaman Dasar Pernikahan dalam Islam. Beliau menguraikan secara rinci mengenai rukun dan syarat nikah, hukum pernikahan, kriteria mencari pasangan yang baik menurut ajaran Islam, hak dan kewajiban suami istri, serta doa-doa yang dianjurkan setelah pelaksanaan ijab qobul.

Dalam penyampaiannya, Zuhrotul ‘Aini menekankan bahwa sebuah pernikahan harus dipandang sebagai jalan untuk meraih ridha Allah SWT, sehingga diperlukan kesiapan iman, ilmu, dan tanggung jawab dari kedua belah pihak.

“Pernikahan bukan hanya tentang penyatuan dua insan, tetapi juga penyatuan dua keluarga, bahkan penyatuan tanggung jawab yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, calon pengantin perlu memahami betul hakikat pernikahan sebagai ibadah sekaligus amanah,” jelasnya.


Sesi berikutnya disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Edy Prayitno, S.Ag, yang mengangkat materi “Problematika Keluarga dan Praktik Ijab Qobul”. Dalam materinya, beliau memaparkan berbagai tantangan rumah tangga yang sering muncul, seperti perbedaan karakter, komunikasi yang kurang efektif, hingga persoalan ekonomi. Edy Prayitno juga memberikan solusi berdasarkan nilai-nilai Islam agar pasangan mampu menghadapi permasalahan dengan sabar, musyawarah, dan penuh kasih sayang.

Selain itu, untuk memberikan pemahaman teknis, beliau memandu simulasi praktik ijab qobul sehingga calon pengantin lebih siap menghadapi prosesi akad nikah dengan benar sesuai tuntunan syariat.

Sebagai penutup materi, perwakilan dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) menyampaikan topik penting mengenai gizi seimbang bagi calon ibu, kesehatan reproduksi, serta perencanaan keluarga. Materi ini ditekankan agar calon pasangan tidak hanya siap dari sisi agama, tetapi juga dari aspek kesehatan jasmani dan kesiapan mental. Perencanaan keluarga yang baik diyakini akan membantu menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para calon pengantin. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, serta mengikuti setiap simulasi yang diberikan pemateri. Pendekatan yang interaktif membuat suasana bimbingan lebih hidup dan mudah dipahami, sehingga peserta merasa mendapatkan pengalaman berharga sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Melalui program bimbingan perkawinan ini, KUA Batanghari kembali menegaskan komitmennya untuk hadir bukan hanya sebagai lembaga penyedia layanan administrasi, tetapi juga sebagai pusat pembinaan keluarga, pendidikan agama, dan penguatan nilai spiritual dalam masyarakat. Dengan pendekatan multidisiplin yang melibatkan aspek agama, psikologi, dan kesehatan, diharapkan calon pengantin dapat mempersiapkan diri secara matang lahir dan batin.

Dengan demikian, pasangan yang mengikuti bimbingan ini diharapkan mampu membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, yang tidak hanya bahagia dalam lingkup rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang harmonis, berdaya, dan religius.

Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis