Meningkatkan Spiritualitas: Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari Dampingi Ziarah Majelis Taklim
Penyuluh

Meningkatkan Spiritualitas: Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari Dampingi Ziarah Majelis Taklim

  21 Jun 2025 |   222 |   Penulis : Asri Atun|   Publisher :

Batanghari (Humas) – Dua Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Batanghari, Siti Alkhomah dan Siti Kamilah, mendampingi kegiatan ziarah ibu-ibu Majelis Taklim dari Ranting Muslimat Desa Bumiharjo dan Ranting Muslimat Desa Sumber Agung. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 21 Juni 2025 ini diikuti oleh 115 peserta.

Ziarah ini merupakan bentuk napak tilas perjuangan para ulama dalam menyebarkan agama Islam di wilayah Lampung. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas dan kesadaran keagamaan para jamaah. Para peserta diingatkan bahwa kelak amalan yang akan dibawa mati hanyalah ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan anak yang saleh atau salehah yang mendo'akan orangtuanya. 

Adapun enam makam ulama besar yang menjadi tujuan ziarah kali ini antara lain:

1. Makam Radin Intan II – Pahlawan nasional asal Lampung yang menjadi simbol perjuangan melawan penjajahan.

2. Makam Tubagus Yahya – Terletak di Kuripan, Teluk Betung, Bandar Lampung.

3. Makam Syekh Tubagus Maqdum – Berlokasi di Teluk Betung, Bandar Lampung.

4. Makam Al-Habib Ali bin Alwi Idrus (Sayyid Ali Ketapang) – Berada di wilayah Lampung Selatan.

5. Makam Habib Husein Alaydrus – Di Muara Gading Mas, Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

6. Makam KH. Ahmad Shodiq – Di Way Jepara, Lampung Timur, seorang mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang dikenal dekat dengan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden RI ke-4.

KH. Ahmad Shodiq, atau yang akrab disapa Mbah Yai Mad Shodiq, dikenal sebagai ulama kharismatik yang telah melahirkan banyak santri yang kini menjadi tokoh Islam berpengaruh di Lampung. Di antaranya: KH. Khusnan Mustofa, KH. Ghufron (Metro Lampung), KH. Muhsin Abdillah, KH. Nur Chokis, KH. Nur Daim, KH. Sahlan, KH. Nasikhin, KH. Wahib, KH. Muhib, dan KH. Samsudin Tohir (Metro).

 “Ziarah ke makam para ulama bukan untuk meminta-minta atau melakukan kesyirikan. Kami mengirimkan doa kepada mereka, dan berharap para jamaah Muslimat dapat meneladani perjuangan mereka dalam menyebarkan Islam serta meningkatkan iman dan takwa,” ujar Siti Alkhomah.

Kegiatan ini menjadi salah satu sarana dakwah yang efektif, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dan menambah wawasan sejarah keislaman di wilayah Lampung. Melalui ziarah ini, diharapkan semangat perjuangan para ulama terus hidup dan menjadi inspirasi bagi umat Islam masa kini.***(Aa) 
Bagikan:
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis