Lokakarya Mini Program Bangga Kencana Tingkat Kecamatan
21 May 2025 | 42 | Penulis : KUA Metro Kibang| Publisher :
Metro Kibang, 20 Mei 2025 – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lampung Timur terus mengintensifkan upaya pencegahan stunting melalui pendekatan pangan yang dimulai sejak masa kehamilan hingga usia balita.
Sekcam Metro Kibang Bp. Panji, S.IP membuka acara kegiatan hari ini dan dilanjutkan pemberian materi oleh Kepala UPTD Puskesmas Margototo Bp. Dwi Rosyadi menjelaskan bahwa stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan pola asuh, pengetahuan ibu, serta akses terhadap pangan bergizi. Oleh karena itu, pihaknya mengambil langkah terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petugas kesehatan, kader PKK, hingga tokoh masyarakat dalam edukasi dan pendampingan ibu hamil dan keluarga muda.
“Sejak kehamilan, ibu harus mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Kami terus mendorong konsumsi makanan lokal bergizi seperti ikan, telur, sayuran hijau, dan buah-buahan. Melalui posyandu dan kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), kami berikan edukasi rutin terkait pola makan sehat dan pentingnya ASI eksklusif,” ujar dwi.
KUA Metro Kibang juga aktif menjalin sinergi dengan Puskesmas, Penyuluh KB, dan kader Posyandu dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), perencanaan keluarga, serta pola hidup bersih dan sehat.
Mei Andriyani staff KUA Metro Kibang menyampaikan bahwa KUA tidak hanya sebatas pelayanan keagamaan dan pencatatan nikah, tetapi juga mencakup aspek pembinaan keluarga, termasuk kesehatan dan ketahanan keluarga.
“Salah satu titik penting pencegahan stunting adalah edukasi sejak dini, terutama kepada calon pengantin dan keluarga muda. Melalui bimbingan perkawinan, kami memasukkan materi penting terkait kesehatan reproduksi, gizi seimbang, dan kesiapan menjadi orang tua,” ungkapnya.
Program ini juga bekerja sama dengan dinas terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bergizi di tingkat keluarga. Selain itu, DP3AP2KB juga memberikan pelatihan kepada keluarga berisiko stunting untuk mengolah makanan bergizi dari bahan lokal dengan biaya terjangkau.
Dengan pendekatan holistik berbasis keluarga dan komunitas, DP3AP2KB Kabupaten Lampung Timur optimis dapat mencapai target nasional penurunan stunting pada tahun 2025 ini, serta menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Terpopuler
18 Aug 2026 | 234
26 Aug 2026 | 214