KUA Batanghari Perkuat Layanan Sertifikasi Halal UMKM melalui Pendampingan Penyuluh
Penyuluh

KUA Batanghari Perkuat Layanan Sertifikasi Halal UMKM melalui Pendampingan Penyuluh

  04 Feb 2026 |   148 |   Penulis : Lani|   Publisher :

Batanghari, Lampung Timur (Humas KUA)--- Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari terus memperluas peran layanan keagamaannya melalui penguatan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong peningkatan mutu produk sekaligus memperluas akses pasar UMKM di wilayah Kecamatan Batanghari.

Kepala KUA Batanghari, H. Subhan menyampaikan bahwa pendampingan sertifikasi halal merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan layanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberadaan penyuluh agama sebagai Pendamping Produk Halal (PPH) menjadi kunci percepatan proses sertifikasi bagi pelaku usaha kecil.

“Penyuluh tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam aspek ekonomi umat, salah satunya melalui fasilitasi sertifikasi halal,” tegasnya.

Implementasi program tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari, Nurlailani, kepada pelaku usaha rumahan Bunbun’s Kitchen milik Popi Yulia Sari di Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Sukadana, Rabu (04/02/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pendampingan difokuskan pada pemenuhan standar kehalalan produk, mulai dari identifikasi bahan baku dan proses produksi, penelusuran sumber bahan, hingga pendampingan pengajuan sertifikasi melalui sistem digital Jaminan Produk Halal. Seluruh tahapan dilakukan secara bertahap agar pelaku usaha memahami proses dan mampu melaksanakannya secara mandiri di kemudian hari.

Nurlailani menjelaskan bahwa pendekatan pendampingan langsung menjadi strategi efektif untuk mengatasi keterbatasan pemahaman UMKM terhadap regulasi dan teknis sertifikasi halal. “Kami mendampingi secara berkelanjutan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh sertifikat halal, tetapi juga memahami prinsip halal dalam proses produksinya,” ujarnya.

Sementara itu, Popi Yulia Sari menyambut baik pendampingan tersebut dan menilai kehadiran penyuluh sangat membantu pelaku usaha kecil. Ia berharap sertifikasi halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta menjadi nilai tambah bagi keberlanjutan usahanya.

Melalui program ini, KUA Batanghari menegaskan perannya sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang adaptif dan solutif, sejalan dengan upaya penguatan ekonomi umat berbasis UMKM.***(NL)

Apakah Anda menyukai artikel ini?
Komentar Pembaca
H. Subhan, S.Ag., M.Sy. 04 Feb 2026 18:17

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Julian 04 Feb 2026 18:11

Pendampingan yang sangat bermanfaat bagi kemajuan dunia umkm di sukadana..

Lani 04 Feb 2026 21:50

Terima kasih atas apresiasinya. Semoga pendampingan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi UMKM di Sukadana.

Infografis