KUA Batanghari Hadir di Musrenbang Desa Batangharjo: Dorong Pembangunan Inklusif Berbasis Keagamaan
News

KUA Batanghari Hadir di Musrenbang Desa Batangharjo: Dorong Pembangunan Inklusif Berbasis Keagamaan

  17 Sep 2025 |   72 |   Penulis : Intan|   Publisher :

Batanghari (Rabu, 17/09/2025) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batanghari kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui partisipasi aktif pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Batangharjo ini merupakan tindak lanjut dalam penyusunan program pembangunan fisik maupun non-fisik untuk tahun anggaran 2026.
KUA Batanghari hadir dalam kegiatan tersebut melalui perwakilan dua penyuluh agama, yakni Penyuluh Agama Islam, Zuhrotul 'Aini, dan Penyuluh Agama Buddha, Sri Utaminingsih. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata keterlibatan KUA dalam mengawal pembangunan yang inklusif, mencakup aspek keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.

Dalam pemaparannya, Zuhrotul 'Aini menyampaikan sejumlah program prioritas KUA Batanghari, antara lain pengelolaan wakaf, isbat nikah, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pendataan masjid dan mushola, pembinaan MTQ, TPA, sekolah keagamaan, hingga bimbingan perkawinan (bimwin). Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berdaya.
Sementara itu, Sri Utaminingsih turut memaparkan program-program yang diinisiasi untuk umat Buddha, salah satunya Pencatatan akta nikah dan pemberdayaan ekonomi umat yang bertujuan agar vihara dapat mandiri dalam biaya operasional vihara, program rumah ibadah bersih dan sehat. Program ini diharapkan dapat menunjang sarana peribadatan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi umat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
Musrenbang Desa Batangharjo dihadiri berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua BPD, Ketua LPMD, Ketua TP-PKK Desa, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, kader, linmas, pengurus BUMDes, serta pengurus KMPD. Kehadiran lintas unsur ini menandakan bahwa perencanaan pembangunan desa merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Partisipasi KUA Batanghari dalam forum Musrenbang ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga penguatan nilai spiritual, sosial, dan keagamaan. Dengan keterlibatan aktif lintas agama, diharapkan pembangunan Desa Batangharjo dapat berjalan seimbang, inklusif, serta memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis