Kolaborasi Lintas Sektor, KUA Sekampung Hadiri Rembug Stunting di Desa Sidomulyo
23 Aug 2025 | 52 | Penulis : KUA Sekampung| Publisher :
SEKAMPUNG, LAMPUNG TIMUR – Ada pemandangan berbeda dalam acara Rembug Stunting yang digelar di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Sekampung, pada Jumat (22/8/2025). Di tengah forum yang dihadiri aparatur desa dan kader kesehatan, tampak hadir Dewi Mutmainah, S.Sy., seorang Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekampung. Kehadirannya menandai sebuah langkah kolaboratif baru dalam upaya memerangi stunting dari akarnya.
Kegiatan ini merupakan musyawarah warga yang bertujuan menyatukan data dan merumuskan strategi bersama untuk percepatan penurunan stunting di Desa Sidomulyo.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting di desa Sidomulyo, mulai dari Kepala Desa, kader Posyandu, bidan desa, hingga tokoh masyarakat setempat, dan dilaksanakan di Balai Desa Sidomulyo pada Jumat pagi, 22 Agustus 2025
Fokus utama forum ini adalah mencari solusi konkret atas tantangan stunting. Di sinilah peran Dewi Mutmainah menjadi sangat strategis. Ia tidak berbicara dari sisi medis, melainkan dari perspektif pencegahan di hulu, yaitu pada pasangan calon pengantin (catin).
"Stunting ini bukan hanya soal kurang gizi saat anak sudah lahir, tapi dimulai jauh sebelum itu, yaitu dari kesiapan calon orang tua," tegas Dewi Mutmainah saat diberi kesempatan berbicara.
Ia menjelaskan bahwa KUA kini memiliki peran vital dalam memberikan bimbingan perkawinan yang komprehensif. "Di KUA, kami memastikan para calon pengantin tidak hanya siap secara mental dan spiritual, tetapi juga paham betul tentang kesehatan reproduksi, pentingnya gizi seimbang, dan pemeriksaan kesehatan pranikah. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk melahirkan generasi emas yang sehat dan cerdas, sesuai ajaran agama untuk mempersiapkan keturunan terbaik," tambahnya.
Kepala Desa Sidomulyo menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, keterlibatan penyuluh agama membuat pesan tentang pencegahan stunting lebih mudah diterima oleh masyarakat luas. "Pesan dari tokoh agama seperti Ibu Dewi ini lebih mengena di hati warga. Kami sangat berterima kasih, karena ini membuktikan bahwa stunting adalah tanggung jawab kita semua," katanya.
Hasil dari rembug stunting ini adalah komitmen bersama untuk mengintegrasikan penyuluhan kesehatan dalam setiap bimbingan perkawinan dan kegiatan keagamaan di desa. Kolaborasi apik antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan KUA ini diharapkan menjadi model efektif untuk menekan angka stunting hingga ke titik nol di Desa Sidomulyo.(MF.red)
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Terpopuler
18 Aug 2026 | 236
26 Aug 2026 | 215