Kepala KUA dan PAIF Pekalongan Hadiri Lomba Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung
Penyuluh

Kepala KUA dan PAIF Pekalongan Hadiri Lomba Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung

  11 Jun 2025 |   59 |   Penulis : KUA Labuhan Ratu|   Publisher :

KUA Pekalongan (humas kua) - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pekalongan, Muhammad Nur, S.Ag., bersama Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF), Idawati, S.Th.I., M.H., menghadiri kegiatan Lomba Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan (EoDesKel) tingkat Provinsi Lampung yang digelar pada Rabu (11/06/2025), di Balai Desa Tulus Rejo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengevaluasi capaian pembangunan desa dan kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Lampung. Penilaian dilakukan atas dasar berbagai indikator, antara lain kemajuan administrasi pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta partisipasi warga dalam pelaksanaan program-program desa.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung beserta jajarannya, serta didampingi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Timur. Kehadiran rombongan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam memberikan perhatian terhadap kemajuan pembangunan berbasis desa yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan Pemerintah Desa Tulus Rejo atas persiapan dan dedikasi mereka dalam menyukseskan acara ini. Ia menekankan bahwa kegiatan EoDesKel bukan hanya sebagai ajang perlombaan, namun juga sebagai sarana pembelajaran dan evaluasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa ke depan.

“Evaluasi ini penting untuk mengukur sejauh mana kemajuan yang telah dicapai oleh desa, serta sebagai tolok ukur untuk menerapkan strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya dalam pidato sambutannya.

Sementara itu, Muhammad Nur, S.Ag., selaku Kepala KUA Pekalongan, mengungkapkan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa keterlibatan KUA dan tokoh-tokoh agama dalam kegiatan pembangunan desa sangat penting, terutama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah desa, lembaga keagamaan, serta masyarakat dapat terus terjalin, demi menciptakan lingkungan sosial yang damai dan produktif,” kata Muhammad Nur.

Senada dengan itu, Idawati, S.Th.I., M.H., sebagai PAIF Pekalongan, juga menyampaikan bahwa peran penyuluh agama turut mengambil bagian dalam mendukung program-program desa, khususnya dalam pembinaan mental spiritual masyarakat.

Kegiatan lomba ini turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan kesenian lokal, pameran produk unggulan desa, serta pemaparan inovasi yang telah diterapkan di Desa Tulus Rejo. Para tamu undangan diajak untuk menyaksikan langsung bagaimana masyarakat desa berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pelayanan publik.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan Desa Tulus Rejo dapat menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Provinsi Lampung dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan partisipatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat peran kolaboratif antara pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat sipil dalam pembangunan daerah.***(msi)
Bagikan:
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis