Kepala KUA Batanghari Hadiri Evaluasi Penyelenggaraan Haji 1446 H/2025 M
15 Jul 2025 | 59 | Penulis : Lani| Publisher :
Lampung Timur (Humas KUA) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari, H. Subhan S.Ag., M.Sy turut hadir dalam Rapat Evaluasi Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji Kabupaten Lampung Timur Tahun 1446 H/2025 M yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Selasa (15/07/2025), bertempat di Aula Kantor kemenag Lampung Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas penyelenggaraan ibadah haji secara menyeluruh. Rapat dipimpin langsung oleh Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Liwon, dan melibatkan unsur lintas sektor seperti Staf Ahli Bupati Lampung Timur H. Suwanto, Kabag Kesra, perwakilan Forkopimda, TNI-POLRI, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, H. Indrajaya, S.Ag., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun menghadirkan tantangan tersendiri, baik dalam aspek teknis, logistik, maupun pelayanan. “Evaluasi ini penting sebagai sarana refleksi dan perbaikan layanan agar tahun berikutnya lebih baik,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menginformasikan bahwa pemerintah akan mulai mengoperasikan Badan Penyelenggara Haji (BPH) pada tahun 2026. Lembaga ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola ibadah haji yang lebih profesional, terintegrasi, dan efisien.
Sementara itu, H. Subhan dalam keterangannya menyampaikan bahwa KUA sebagai ujung tombak pelayanan publik di Kecamatan juga memiliki peran penting dalam keberhasilan pelaksanaan ibadah haji. “Kami di KUA ikut memastikan kelancaran manasik, validasi dokumen, hingga pendampingan jamaah di lapangan. Evaluasi seperti ini menjadi forum penting untuk menyampaikan pengalaman dan usulan perbaikan,” jelasnya.
Dalam arahannya, H. Suwanto menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar proses penyelenggaraan haji dapat berlangsung aman, nyaman, dan bermartabat. “Setiap institusi, baik dari unsur keagamaan, kesehatan, maupun keamanan, memiliki peran krusial yang perlu terus diperkuat,” tegasnya.
Rapat evaluasi ini ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang diikuti oleh seluruh peserta. Diharapkan, hasil evaluasi menjadi pijakan dalam perbaikan sistem penyelenggaraan ibadah haji di tahun-tahun mendatang, menuju pelayanan yang lebih humanis, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan jamaah. ***(NL)
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Terpopuler
18 Aug 2026 | 234
26 Aug 2026 | 214