Jaga Kerukunan Umat Beragama, Penyuluh Agama KUA Batanghari Ikuti Pembinaan Kampung Moderasi Beragama Lintas Agama di Sukadana
News

Jaga Kerukunan Umat Beragama, Penyuluh Agama KUA Batanghari Ikuti Pembinaan Kampung Moderasi Beragama Lintas Agama di Sukadana

  24 Jun 2025 |   74 |   Penulis : Asri Atun|   Publisher :


Batanghari (Humas) – Dalam rangka memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama, para penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batanghari—Asri Atun, Asih Nurmawati, dan Siti Alkhomah—mengikuti kegiatan Pembinaan Kampung Moderasi Beragama Lintas Agama. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (23/6/2025) di Balai Desa Sukadana, yang telah ditetapkan sebagai kampung percontohan moderasi beragama di wilayah tersebut. Sebanyak 35 peserta dari berbagai unsur masyarakat turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur melalui Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Lampung Timur. Tujuannya adalah untuk membumikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk dan multikultural.

Dalam sambutannya, Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Timur, H. Masturi, menekankan pentingnya peran strategis penyuluh agama sebagai agen perdamaian dan penjaga harmoni sosial.

 “Moderasi beragama bukan tentang mencampuradukkan ajaran agama, tetapi tentang menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Penyuluh agama memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai tersebut, sebagaimana tercermin dalam indikator moderasi beragama, di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama—Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha—serta tokoh adat dari komunitas Lampung, Jawa, dan Bali. Selain itu, turut hadir tokoh pemuda, para penyuluh agama Islam dari 12 kecamatan di zona barat Kabupaten Lampung Timur, serta perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Peserta kegiatan mendapatkan pembekalan materi dari H. A. Zarnuji, M.Pd.I, mengenai kebijakan pemerintah tentang moderasi beragama. Sementara itu, KH. M. Muslih, S.H.I., M.H. menyampaikan materi bertajuk “9 Kunci Moderasi Beragama”. Kegiatan juga diisi dengan simulasi penyelesaian konflik berbasis komunitas dan dialog antariman, sebagai bentuk pendekatan langsung dalam membangun keharmonisan dan solidaritas sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama mampu menjadi motor penggerak terbentuknya kampung-kampung moderasi beragama di seluruh wilayah, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat terhadap potensi konflik, intoleransi, dan radikalisme. *** (Aa)

Apakah Anda menyukai artikel ini?
Komentar Pembaca
Edy Prayitno 24 Jun 2025 11:28

Alhamdulillah semoga kerukunan antar umat dan intern umat beragama dapat terus terjaga sehingga tercapai kedamaian dan ketenteramann beragama dan bernegara

Asri 24 Jun 2025 11:31

Aamiin

Infografis