Hari Ketiga Manasik Haji Batanghari & Metro Kibang: Belajar Menjadi Tamu Allah dengan Santun dan Siap
News

Hari Ketiga Manasik Haji Batanghari & Metro Kibang: Belajar Menjadi Tamu Allah dengan Santun dan Siap

  14 Apr 2025 |   59 |   Penulis : Intan|   Publisher :

Batanghari (14/04/2025) — Memasuki hari ketiga Bimbingan Manasik Haji Bersama Kecamatan Batanghari dan Metro Kibang, semangat para jamaah calon haji semakin terpupuk, seiring dengan pendalaman materi praktik ibadah yang kembali digelar di Masjid Jami’ Al-Muchlisin Desa Banarjoyo.

Kegiatan hari ini berfokus pada praktik manasik haji dan umrah, dengan perhatian khusus pada kemudahan pelaksanaan bagi jamaah lansia dan disabilitas. Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti masjid saat para jamaah mempraktikkan setiap rangkaian rukun dan wajib haji, dipandu oleh para pemateri yang ahli dan berpengalaman.

Pada sesi pertama, Drs. H. Em Sapri Ende, M.Sy dan H. Subhan, S.Ag., M.Sy, yang membimbing jamaah dalam praktik manasik haji, mulai dari tata cara ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, hingga thawaf dan sa’i. Selain itu, jamaah diperkenalkan dengan berbagai kemudahan yang disediakan khusus bagi jamaah lansia, agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya. Karenanya, Islam memberikan banyak keringanan dalam ibadah, termasuk haji, agar semua tetap bisa melaksanakannya dengan sempurna, tanpa mengurangi nilai ibadahnya,” terang H. Em Sapri di hadapan para jamaah.

Kemudian pada sesi kedua, H. M. Mansur melanjutkan dengan materi praktik manasik umrah, yang juga diiringi dengan panduan lengkap tentang fasilitas serta alternatif pelaksanaan ibadah untuk jamaah dengan kondisi fisik terbatas.
“Yang paling penting bukan semata kekuatan fisik, tetapi ketulusan niat dan kesiapan jiwa. Haji dan umrah adalah ibadah hati, dan Allah Maha Mengetahui usaha setiap hamba-Nya,” ungkapnya dengan penuh kelembutan dan semangat.

Hari ketiga ini bukan sekadar latihan gerakan, tetapi juga momen menyelami makna terdalam dari perjalanan spiritual menuju Baitullah. KUA Batanghari dan Metro Kibang kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang inklusif, ramah, dan menyentuh hati.

Dengan bimbingan yang sabar dan penuh hikmah, jamaah diajak untuk tidak hanya siap secara fisik, tapi juga membawa bekal ruhani yang matang. Semoga dari pembinaan ini, terlahir jamaah yang mandiri, bersyariah, dan meraih predikat haji mabrur.
Bagikan:
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis