Hari Keempat Manasik Haji: Meresapi Makna Ibadah, Menapaki Jalan Menuju Mabrur
News

Hari Keempat Manasik Haji: Meresapi Makna Ibadah, Menapaki Jalan Menuju Mabrur

  15 Apr 2025 |   118 |   Penulis : Intan|   Publisher :

Batanghari (15/04/2025) — Kegiatan Bimbingan Manasik Haji Bersama Kecamatan Batanghari dan Metro Kibang terus berlangsung penuh semangat dan makna. Memasuki hari keempat, para calon tamu Allah kembali berkumpul di Masjid Jami’ Al-Muchlisin, Desa Banarjoyo, untuk menyelami lebih dalam tata cara dan esensi ibadah haji dan umrah.

Hari ini, jamaah mendapatkan pemaparan materi dari pemateri yang sarat pengalaman, H. Hasbullah, S.Pd.I., M.Pd., dengan Subekti, S.H. sebagai moderator yang memandu jalannya kegiatan secara tertib dan interaktif.
Pada sesi pertama, H. Hasbullah membawakan materi bimbingan manasik haji yang meliputi prosesi lempar jumrah, jenis-jenis haji (Ifrad, Tamattu', dan Qiran), serta pengenalan tentang dam (denda dalam ibadah haji). Materi disampaikan secara sistematis, disertai kisah dan hikmah spiritual yang mengajak jamaah merenungi setiap amalan yang dilakukan di Tanah Suci.

“Lempar jumrah bukan sekadar melempar batu ke tiang, tapi simbol pengusiran hawa nafsu dan bisikan syaitan dari diri kita. Ini momentum penyucian jiwa,” ujar H. Hasbullah dalam penyampaiannya yang penuh semangat dan penghayatan.

Kemudian, pada sesi kedua, materi dilanjutkan dengan bimbingan manasik umrah yang membahas larangan ihram, serta dzikir dan doa yang dianjurkan selama pelaksanaan umrah. H. Hasbullah menekankan pentingnya memahami larangan ihram agar jamaah tidak melakukan pelanggaran yang bisa mengurangi nilai ibadah. Ia juga mengajak jamaah untuk menghidupkan ibadah dengan lantunan dzikir dan doa, agar setiap langkah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.
“Umrah dan haji adalah ibadah yang menyatukan gerak, niat, dan dzikir. Ketika hati terhubung dengan Allah, maka perjalanan ini akan menjadi cahaya yang menerangi hidup,” ungkapnya penuh kelembutan.

Suasana manasik hari ini terasa lebih khidmat dan menyentuh, seiring dengan makin dalamnya pemahaman jamaah terhadap makna setiap rukun dan ritual yang akan mereka jalani di Tanah Suci. Bukan hanya sekadar teori, namun pembinaan hari ini benar-benar mengajak jamaah mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Dengan bimbingan penuh hikmah dari para pemateri, kegiatan ini kembali menegaskan komitmen KUA Batanghari dan Metro Kibang dalam mencetak jamaah yang mandiri, bersyariah, dan siap meraih kemabruran.
Bagikan:
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis