Giatkan Literasi Keuangan Syariah, Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari Ikuti School of Syariah OJK di Gedung Pusiban
Penyuluh

Giatkan Literasi Keuangan Syariah, Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari Ikuti School of Syariah OJK di Gedung Pusiban

  19 Jun 2025 |   50 |   Penulis : Asri Atun|   Publisher :


Batanghari (Humas)- Dalam rangka memperkuat edukasi, literasi, dan inklusi keuangan syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menggelar kegiatan School of Syariah sebagai bagian dari program Training of Trainers (ToT) bagi para penyuluh agama Islam di Provinsi Lampung.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2025, bertempat di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Provinsi Lampung. Dari 150 peserta yang hadir, salah satunya adalah Asri Atun, penyuluh agama Islam dari KUA Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli di bidang keuangan syariah, antara lain:

1. Dr. M. Buchori Muslim, Lc., M.A. (Ketua Bidang Industri, Bisnis, dan Ekonomi BPH MUI), yang menyampaikan materi Pondasi Keuangan Syariah.


2. Assadullah Nando (Kepala Bagian Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK), dengan materi Pengenalan Keuangan Syariah, Pengelolaan Keuangan, dan Waspada Aktivitas Ilegal.


3. Eka Jati Firmansyah (Deputi Direktur Inklusi Keuangan Syariah KNEKS), yang memaparkan Ekosistem Keuangan Syariah dalam Hukum Perekonomian Nasional.


4. Beni Sanjaya (Branch Manager BSI KCP Bandar Lampung), yang membahas Pengenalan Produk Perbankan Syariah.



Menurut Asri Atun, kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para penyuluh agama yang selama ini berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"Setelah mendapatkan literasi keuangan syari'ah dan melihat kontribusi besarnya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, kami para penyuluh siap menjadi agen edukasi di masyarakat. Keuangan syari'ah bukan sekedar alternatif, melainkan bagian penting dari sistem ekonomi nasional, " ujarnya. 

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah oleh masyarakat, sekaligus mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya program Desaku Maju melalui penguatan peran BUMDes. Tujuannya agar desa menjadi subjek aktif dalam pembangunan ekonomi, bukan hanya sebagai objek.
***(Aa)
Bagikan:
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Infografis