Belajar Harmoni dari Lilin Kecil: Penyuluh Agama Buddha KUA Batanghari Tanamkan Nilai Kebersamaan di Sekolah Minggu
26 Oct 2025 | 165 | Penulis : Intan| Publisher :
Batanghari (Minggu, 26/10/2025) — Penyuluh Agama Buddha Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batanghari, Sri Utaminingsih, S.Ag, kembali melaksanakan kegiatan Sekolah Minggu Buddha di Vihara Buddha Amerta, Desa Sumber Agung.
Kegiatan yang diikuti oleh dua anak binaan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh makna. Pada pertemuan kali ini, Sri Utaminingsih membawakan materi “Lilin Kecil Penerang Gelap”, sebuah cerita sederhana namun sarat pesan moral tentang pentingnya kebersamaan dan cahaya kebajikan dalam kehidupan.

Dalam kisah tersebut, diceritakan tentang sebuah keluarga yang hidup dalam pertengkaran dan saling merasa benar. Hingga suatu hari, mereka melihat lilin-lilin kecil di vihara yang mampu menerangi ruangan besar. Dari kejadian itu, mereka belajar bahwa cahaya kecil akan menjadi terang bila bersatu — begitu pula manusia, akan menjadi indah bila saling menghargai dan hidup dalam kasih sayang.
“Lilin-lilin kecil itu bisa menerangi ruangan besar karena mereka bersatu. Walau kecil, ketika bersama, mereka memancarkan cahaya yang indah dan hangat. Begitu juga hati manusia — jika diisi kebajikan, maka ia akan menjadi penerang bagi sesama,” tutur Sri Utaminingsih saat mengisahkan cerita tersebut kepada peserta.
Dari kisah itu, anak-anak diajak untuk memahami bahwa pertengkaran dan kebencian hanya akan menutup cahaya batin. Sebaliknya, dengan menyalakan “lilin-lilin penerang” berupa cinta kasih (metta), welas asih (karuna), dan kebijaksanaan (panna), kehidupan akan menjadi damai dan penuh keindahan.
“Pesan dari cerita ini sangat relevan dengan kehidupan kita sehari-hari. Ketika hati dipenuhi keserakahan, kebencian, dan iri hati, maka batin menjadi gelap. Namun jika kita menyalakan cahaya Dhamma, maka hidup akan lebih terang dan penuh kebahagiaan,” jelas Sri Utaminingsih.
Kegiatan Sekolah Minggu ini tidak hanya menjadi sarana belajar Dhamma, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan moralitas sejak dini bagi anak-anak Buddhis di wilayah Kecamatan Batanghari.
Melalui kegiatan seperti ini, Penyuluh Agama Buddha KUA Batanghari terus berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan dan memperkuat moderasi beragama melalui pendidikan moral dan spiritual di tengah masyarakat.
Apakah Anda menyukai artikel ini?
Keren
Terpopuler
18 Aug 2026 | 236
26 Aug 2026 | 215